Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan dosen untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika juga memiliki peluang untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsih keilmuannya secara nyata bagi masyarakat. Mahasiswa Universitas Brawijaya dari 5 program studi sarjana yang terdiri dari Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri (Arsitektur), Farhan Prima Chandra (Teknik Sipil), Tito Adiansyah (Teknologi Industri Pertanian), Jan Jeremy (Teknik Kimia), dan Meilinda Agustin Rahmawati (Teknik Informatika) berkolaborasi dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul PROTERBAL (Prototipe Terarium Herbal): Pelatihan Pembuatan Terarium Herbal dari Barang Bekas untuk Pengembangan Wisata Kampung Terapi, Sukun,  Malang, melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai Kemristekdikti tahun 2018.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional “Desain Sosial” UPH Design Week 2018 di Universitas Pelita Harapan Tangerang tanggal 24 Juli 2018. Dalam seminar nasional ini, makalah yang dipresentasikan berjudul “Terarium Herbal Dari Barang Bekas:

 Pembentuk Elemen Dekoratif Kampung Kota Melalui Pemanfaatan Barang Bekas Pada Wadah Media Budidaya Tanaman Kesehatan”. Pada seminar nasional ini, Mahda (Mahasiswa Arsitektur angkatan 2016) dan Farhan (Mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2016) mempresentasikan bagaimana menemukan dan memecahkan masalah yang dialami sebuah kampung kota di Malang. Keterbatasan lahan untuk menanam di kampung kota, ditambah kegemaran warga menanam tanaman herbal dan program pengolahan sampah di kampung ini menjadi latar belakang masalah dan potensi yang digarisbawahi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kampung kota yang diangkat menjadi obyek adalah Kampung Terapi yang terletak di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, juga sering disebut sebagai Kampung Hijau. Tak hanya menanam, kampung ini kerap mendapat berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup dan tanaman obat keluarga. Untuk itu, Mahda dan tim memilih kampung kota yang pernah mengikuti lomba kampung tematik di Kota Malang tahun 2015 dan sedang mengembangkan fasilitas kampung tematik ini. Mahda dan tim, dibimbing oleh Dosen Arsitektur, Wasiska Iyati, ST, MT, memberikan serangkaian pelatihan pembuatan terarium herbal dari barang bekas kepada kader-kader lingkungan di Kampung Terapi. Terarium herbal dipilih sebagai solusi pemecahan masalah untuk menambah alternatif teknik menanam di lahan terbatas, dapat menambah nilai estetika kampung, dapat menjadi elemen dekoratif rumah dan gang, maupun menambah jenis produk yang dapat dihasilkan kampung baik untuk cinderamata maupun dijual. Kolaborasi dari 5 program studi memberikan sumbangsih keilmuan dan keterampilan yang lebih beragam dalam kegiatan pemberian teori dan keterampilan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan Seminar Nasional “Desain Sosial” yang diselenggarakan di School of Design UPH Tangerang ini, dipresentasikan sebanyak 48 makalah dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Surakarta, Itenas Bandung, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pembangunan Jaya, Sekolah Tinggi Desain Bali, Universitas Esa Unggul, Universitas Agung Podomoro, Universitas Matana, serta Binus University.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *